Sabtu, 31 Desember 2016

PROFIL CALON GUBERNUR ACEH NO URUT 1

Profil Tarmizi A Karim

Tarmizi Karim lahir di Lhoksukon, Aceh Utara, 24 Oktober 1956, pernah menjadi Bupati Aceh Utara periode 1998-2004 dan 2005-2006. Pria lulusan S-2 Manajemen Pembangunan American University Washington DC, Amerika Serikat, pernah menjadi  Staf Ahli Mendagri bidang Ekonomi dan Keuangan dan ia pun pernah dilantik menjadi Pejabat Gubernur Kalimantan Timur pada tahun 2008.

Tarmizi A Karim : (klikkabar.com)
Pada tahun 2012 Tarmizi Karim juga pernah menjadi PLT  Gubernur Aceh, dan pada tahun ini Tarmizi Karim kembali dipercayakan menjadi PLT Gubernur Kalimantan Selatan, Pengisian posisi Penjabat Gubernur Kalsel dilaksanakan karena masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel Rudy Ariffin dan Rudi Resmawan berakhir pada 8 Agustus 2015. Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa tugas utama Pj Gubernur Kalsel adalah menjaga suksesnya pilkada serentak dan menjalin komunikasi dengan pemimpin daerah,  tokoh masyarakat dan ulama. Ada 13 kabupaten dan kota di Kalsel yang ikut pilkada serentak tahun 2015 ini.

Dan kini di Pilkada 2017 ia maju menjadi calon gubernur Aceh bersama T Machsalmina Ali

IRWANDI - NOVA PILIHAN CERDAS NO URUT 6


Profil Irwandi Yusuf

drh. Irwandi Yusuf M.Sc. lahir di Bireuen, Aceh, 2 Agustus 1960 juga merupakan  mantan Gubernur Provinsi Aceh, priode  2007-2012. Irwandi Yusuf menamatkan pendidikan setara sekolah menengah pertama, dia melanjutkan ke Sekolah Penyuluhan Pertanian di Saree dan kuliah di Faktultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Aceh dan meraih gelar sarjana  pada 1987, kemudian ia sempat menjadi dosen pada 1989 di jurusan yang sama hingga Ia memperoleh beasiswa untuk melanjutkan S-2 di College of Veterinary Medicine State University (Universitas Negeri Oregon), Amerika Serikat.

Irwandi Yusuf (acehterkini.com) 
Irwandi Yusuf  merupakan salah satu mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka dan dipercaya menduduki posisi Staf Khusus Komando Pusat Tentara GAM dari tahun 1998-2001.  Keterlibatan Irwandi sebagai Staf Khusus Komando Pusat Tentara GAM membuat ia berurusan dengan aparat keamanan Indonesia dan ditangkap pada awal 2003. Ia divonis 9 tahun dalam kasus Makar. bencana Tsunami Aceh pada 26 Desember 2004, membuat ia berhasil lolos dari penjara Keudah, Banda Aceh kemudian melarikan diri ke Finlandia, dan ia diberikan tugas oleh petinggi GAM di Swedia sebagai Koordinator Juru Runding GAM. Saat rapat pertama Aceh Monitoring Mission, dia tampil sebagai koordinator Juru Runding GAM di Aceh (2001–2002).

Dalam pelantikan Irwandi sebagai Gubernur Aceh 2007 lalu dihadiri oleh beberapa mantan kombatan dan sipil GAM juga para aktivis Sentral Informasi Referendum Acheh (SIRA), Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan Djalil dan sejumlah anggota DPR-RI seperti Ferry Mursidan Baldan, Ahmad Farhan Hamid, serta Nasir Djamil. Undangan dari luar negeri di antaranya Duta Besar Inggris, Duta Besar Kanada, Duta Besar Finlandia, serta Wakil Duta Besar Amerika Serikat, perwakilan lembaga internasional, seperti Bank Dunia dan perwakilan dari Uni Eropa.

Dan kini di Pilkada 2017 ia kembali maju menjadi calon gubernur Aceh bersama Nova Iriansyah



Profil Nova Iriansyah

Nova Iriansyah adalah putra Gayo. Ia berasal dari Linung Bulen I, sebuah kampung di Kecamatan Bintang, Aceh Tengah. Meski tak lahir dan besar di kampung itu, tapi Nova mengecap pendidikan sekolah dasar di SD Negeri 3 Takengon. Itulah sebabnya, ia berusaha menyempatkan diri menjenguk kampung leluhur ketika pulang ke Tanah Gayo.
Ia lahir di Banda Aceh 22 November 1963. Awalnya ia lebih dikenal sebagai dosen, usahawan, dan arsitek di Banda Aceh. Mengajar di Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala, (1989 s/d 2006), Komisaris PT. Mega Desain Konsultan dan PT. Archie Forum Konsultan, (2006 s/d 2008). Meraih gelar Magister Teknik Arsitektur (S-2), ITB Bandung – 1998, dan Sarjana Teknik Arsitektur (S-1), ITS Surabaya – 1988.
Tapi dunia politik seolah memanggilnya pulang. Nova kemudian bergabung dengan Partai Demokrat dan memimpin Dewan Pengurus Daerah Partai Demokrat Provinsi Aceh 2006-2011, dan kemudian mengantarkannya ke Senayan sebagai Anggota DPR RI dari daerah pemilihan NAD-1 pada Pemilu 2009 silam. Dia pula yang menjadi Ketua Tim Kampanye Daerah (TIMKAMDA) SBY-Boediono, Provinsi Aceh pada Pilpres 2009 yang meraih kemenangan fantastis 94 %. Persentase tertinggi yang diraih SBY-Boediono di seluruh Indonesia.
Darah politik memang takkan pernah berhenti mengalir dari dalam tubuh pria jangkung ini. Ayahnya, HM Nurdin Sufie, adalah politisi kawakan yang menjadi Bupati Aceh Tengah pada 1970-1974, dan berhasil meletakkan pondasi pembangunan Aceh Tengah, sebelum kemudian dilanjutkan dan diisi oleh bupati berikutnya, HM Beni Banta Cut, BA.
“Saya memang berada dalam lingkungan politik. Bapak yang memperkenalkannya,” kata Nova. Dunia politik itu pula akhirnya menjadi muara hidupnya. Berkiprah sebagai wakil rakyat di Senayan, bukanlah sebuah pekerjaan mudah. “Aceh memerlukan perhatian besar karana baru saja selesai konflik dan tsunami,” kata Nova. Inilah yang dia suarakan di ruang-ruang sidang Komisi V, komisi yang membidangi infrastruktur dan perhubungan.
Sebagai putra Gayo, Nova ingin tetap merawat identitasnya. “Kemanapun pergi, saya tetap Gayo,” katanya. Ia berusaha tetap berkomunikasi dalam bahasa Gayo dan memperkenalkan kebudayaan Gayo dalam keluarganya. Nova menikah dengan DR Ir Dyah Erti Idawati, MT dan dikaruniai dua anak yang beranjak dewasa, Riandy Oyadiwa (18 Thn) dan Ghaqa Dirgandana (16 Thn).

Muzakir Manaf-TA Khalid Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh No 5

Biodata Calon Gubernur Aceh No urut 5 "Muzakir Manaf"

Muzakir Manaf  lahir di Seunudon, Aceh Utara, Aceh, 3 April 1964 merupakan  tokoh pejuang GAM. Dia pernah menjabat sebagai Panglima Gerakan Aceh Merdeka menggantikan Abdullah Syafi'i yang wafat pada 22 Januari 2002.  Muzakir Manaf  ia lebih dikenal dengan sebutan Mualem. Pada masa perang Aceh, gelar Mualem disematkan kepada seseorang yang memiliki pengetahuan tinggi tentang ilmu kemiliteran, yang memiliki kemampuan untuk melatih pasukannya. Pada masa damai sekarang, orang Aceh masih juga menyebut Muzakir Manaf sebagai Mualem.

Muzakir Manaf  : (acehterkini.com)
Pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Aceh 2012  Muzakir Manaf  menjadi calon wakil Gubernur bersama dr. Zaini Abdullah, dalam pilkada 2012 tersebut pasangan ini memiliki perolehan suara terbanyak hingga menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh terpilih . Mualem juga menjabat sebagai Ketua KPA (Komite Peralihan Aceh), Sekaligus juga Ketua Umum Partai Aceh, sejak 2007 hingga sekarang.

Mualem sudah terlibat dalam perjuangan Aceh bersama GAM sejak usia muda. Sejak 1986 hingga 1989, bersama beberapa pemuda Aceh pilihan lainnya, Mualem dikirim ke Libya untuk mengikuti pendidikan militer di Camp Tajura. Di sana, ia juga pernah dipercayakan menjadi pengawal Muammar Qadafi.

Ketika kembali ke Aceh, sama seperti kombatan GAM lainnya, Mualem bergeriliya dari satu hutan ke hutan lainnya. Keberadannya begitu sulit dideteksi oleh aparat keamanan. Kala itu, aparat keamaan pernah beberapakali mengumumkan bahwa Muzakir Manaf telah tewas, namun nyatanya Mualem kemudian muncul di tempat lain dalam kondisi sehat wal afiat.

Dan kini di Pilkada 2017 ia kembali maju menjadi calon gubernur Aceh bersama TA Khalid

sumber aceh.my.id

Zaini Abdullah-Nasaruddin (AZAN) Pasangan Calon Gubernur Aceh No urut 4

Biografi Lengkap Zaini Abdullah


Dr. H. Zaini Abdullah lahir di Beureunun, Kabupaten Pidie, Aceh pada 24 April 1940, ia merupakan Gubernur Aceh ke-16 yang bertugas sejak dilantik pada 25 Juni 2012. Selain menjabat sebagai Gubernur Zaini juga merupakan mantan seorang dokter dan mantan komandan Gerakan Aceh Merdeka, zaini menjadi orang kedua yang memimpin Aceh (Gubernur Aceh - read) setelah konflik.

Tgk. H. Abdullah Hanafiah tokoh kharismatik di wilayah pidie merupakan ayah dari Zaini Abdullah, Selain sebagai seorang ulama, beliau juga ikut serta dalam gerakan DI/TII bersama Daud Beureueh, republikan asal Aceh yang kemudian memimpin pemberontakan pembebasan DI/TII, dikemudian hari perjuangan Tgk. H. Abdullah Hanafiah itu dilanjutkan oleh dr. Zaini Abdullah. Pada tahun 1976, DR Tgk H Hasan Muhammad Tiro memproklamirkan GAM. Dr Zaini yang saat itu berstatus sebagai dokter langsung bergabung dalam barisan perjuangan yang menentang kesewenang-wenangan pemerintah pusat terhadap Aceh. 


Keterlibatan Dr. Zaini tak terlepas dari dari kecintaanya kepada Aceh,  konsep pembebasan dan mensejahterakan rakyat Aceh yang diusung Wali Nanggroe Hasan di Tiro begitu melekat dalam jiwanya, dalam masa-masa perjuangan bersama GAM ada begitu banyak rintangan dan cobaan yang dihadapi, bersama para pejuang-pejuang GAM lainnya, ia terus diburu. Foto Zaini disebar hingga ke pelosok-pelosok desa, Tak ada jalan lain selain bergeriliya ke hutan-hutan selama berhari-hari, minggu, hingga berbulan-bulan.

Namun aparat keaman sama sekali tak berhasil mengendus keberadaan Dr. Zaini. Semua itu tak terlepas dari peran masyarakat di sekitarnya yang menutup keberadaan Dr. Zaini. Pada tahun 1981, dr. Zaini memilih untuk hijrah ke luar negeri, Selain karena kondisi Aceh semakin tak kondosif akibat operasi militer yang digelar pemerintah RI di Aceh, kepergiannya ke luar negeri juga bagian dari membangun diplomasi internasional, mengkampanyekan kesewenang-wenangan pemerintah RI di Aceh.

Pada suatu malam di tahun 1981, bersama beberapa rekan seperjuangan lainnya Zaini berangkat ke Medan melalui jalan darat, Dari Medan perjalanan kemudian dilanjutkan ke Singapura menggunakan boat nelayan. Perjalanan menempuh waktu tiga hari tiga malam. Dihembus angin laut, dibakar terik matahari, usai melalui perjalanan yang melelahkan itu, Zaini tiba di sebuah pelabuhan di Negara Singapura. Saat itu, sedang dilakukan pembangunan pelabuhan yang pekerjanya terdiri dari orang India dan Sri Langka, mereka berkulit hitam. Untungnya, kondisi Zaini dan rekan-rekannya yang lusuh dan hitam legam tak membuat polisi Negara Singapura curiga. Mereka dikira pekerja pelabuhan.

Dari sana, dr Zaini melanjutkan perjalanan menuju rumah Perdana Mentri GAM, Malik Mahmud di Bukit Timah. Selama lima hari di sana, ia berangkat menuju Swedia dengan menggunakan paspor Palang Merah Internasional. Seorang warga India yang bekerja di UNHCR saat itu berbaik hati mengurusi segala keperluan keberangkatan Dr. Zaini ke Swedia, tiba di Swedia yang ketika itu sedang musim gugur Zaini di tempatkan di pengungsian di Revieden, 100 kilometer kota Stockholm, Ibukota Swedia. Selama satu bulan ia berada di sana.

Keinginan dr. Zaini untuk menjadi dokter tetap dipertahankan meski beliau telah di Swedia. Sebelumnya, ia harus belajar bahasa Swedia di Universitas Upsula, dengan tugas utama belajar bahasa bahasa kedokteran. Usai menyelesaikan pendidikan bahasa dan pendidikan kedokteran, dr. Zaini mendapat ijazah dokter dan bekerja paruh waktu di salah satu rumah Swedia. Tempat kerja itu berjarak 80 kilimoter dari kediamannya, dari tahun 1990-1995, dr Zaini kembali menempuh pendidikan dokter spesialis keluarga. Biaya pendidikan ditanggung oleh Loan, dan biaya itu harus diganti selesai kuliah dari hasil kerja.

Profesi dokter memang telah menjadi bagian hidup dr. Zaini. Di tengah sejumlah kerja-kerja perjuangan untuk Aceh, ia terus menjalani profesi sebagai seorang dokter dengan ikhlas. Tak jarang, tugas-tugas kedokterannya sering berbenturan dengan tugas-tugas perjuangan. Semua itu diselesaikan dengan lancar. Diplomasi dengan dunia internasional pun terus dilakukan.

Pada tahun 2002, perundingan pertama antara pemerintah RI dengan GAM dilakukan di Tokyo. dr. Zaini terlibat langsung dalam perundingan itu. Namun perundingan gagal. Pemerintah Indonesia berusaha memasukkan GAM sebagai salah satu organisasi teroris. Berkat diplomasi dan lobi-lobi yang dilakukan tokoh-tokoh GAM di Swedia, usaha itu gagal total.

Pada 15 Agustus 2005, Memorandum of Understanding (MoU) antara GAM dengan pemerintah RI diteken. Tak lama setelah itu, dr. Zaini kembali ke Aceh, ia masih bercita-cita melanjutkan perjuangan, mensejahterakan rakyat Aceh. “Orang Aceh harus bekerja giat membangun masa depan Aceh, dan sanggup bersaing di tingkat internasional.”

Riwayat Pendidikan
  1. Sekolah Rakyat Beureunuen Pidie (1952)
  2. SMP Sigli Pidie (1957)
  3. SMA Kutaraja Banda Aceh (1960)
  4. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (1972)
  5. Pendidikan spesialis ‘Family Doctor’ di Karolinska Universitets Sjukhus Huddinge, Stockholm-Swedia (1990-1995)

Riwayat Pekerjaan
  1. Kepala Puskesmas/Kepala Rumah Sakit Umum Kuala Simpang–Aceh Timur (1972-1975)
  2. Aktif sebagai dokter di sejumlah Rumah Sakit di Swedia (1982-2005)
  3. Pensiun dan bekerja sebagai Konsultan Kesehatan dan dokter di Rumah Sakit Umum dan Health Centre di Swedia (2005-2009)
  4. Gubernur Aceh (2012-sekarang)

Profil & Biodata Nasaruddin - Bupati Aceh Tengah dua Periode

Nasaruddin



Latar Belakang Karier

Nasaruddin lahir di Takengon, Aceh Tengah, 17 Juli 1957. Ia memulai kariernya sebagai seorang Penyuluh Pertanian Spesialis (PPS) pada Dinas Pertanian Provinsi Daerah Istimewa Aceh Tahun 1982. Tahun 1984 diangkat sebagai Kasi Penyuluhan pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Aceh Barat.

Di Tahun yang sama, Nasaruddin menjabat sebagai Sekretaris Bimas pada Sekretariat Bimas Kabupaten Aceh Barat. Kemudian menjabat sebagai Ajun Penyuluh Pertanian Pratama (1986), Penyuluh Pertanian Pratama (1989), Penyuluh Pertanian Muda (1991), dan Penyuluh Pertanian Madya (1993) pada Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Barat, Tahun 1993 Nasaruddin kembali ditugaskan di Dinas Pertanian Provinsi Daerah Istimewa Aceh sebagai Penyuluh Pertanian Spesialis (PPS), Tahun 1994 ditugaskan sebagai Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Aceh Tenggara, Kemudian Karier Nasaruddin berlanjut di daerah kelahirannya sebagai Asisten Administrasi dan Pembangunan Setdakab Aceh Tengah dari tahun 2000-2002, dalam periode ini selama enam bulan sekaligus menjabat sebagai Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tengah, Tahun 2002-2005 menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tengah dan Tahun 2004-2006 dipercaya sebagai Pj. Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin menjabat sebagai Bupati Aceh Tengah selama 2 (dua ) periode, yakni 2007-2012 dan 2012-2017.


Riwayat Jabatan Lainnya

Selain karier sebagai Pegawai Negeri Sipil, Nasaruddin juga pernah dan masih aktif menjadi pengurus beberapa organisasi lain, seperti:

  • Direktur Akademi Pertanian Meulaboh (sekarang Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar)
  • Ketua Organisasi Didong Asli Aceh Tengah
  • Ketua Himpunan Alumni Unsyiah Cabang Aceh Tengah (2011-2016)
  • Ketua DPD II Golkar Aceh Tengah (2010-2015)
  • Ketua DPW Perhiptani (Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia) Aceh (2013-2018)
  • Pengurus APKASI (Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia) (2010-2015)
  • Ketua Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Unsyiah (2014-2019), dan
  • Wakil Koordinator FKKA (Forum Koordinasi Pemerintahan Kabupaten/Kota Provinsi Aceh, 2014-2019).

Riwayat Pendidikan

  • SD Negeri Belang Gele, tamat Tahun 1969.
  • SMP Negeri 1 Takengon, lulus pada Tahun 1972
  • SMA Negeri 1 Takengon jurusan IPA, lulus Tahun 1975. 
  • Memperoleh gelar Sarjana Muda dari Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Banda Aceh Jurusan Agronomi Tahun 1979. Sarjana pada Fakultas yang sama pada Tahun 1981. 
  • Pendidikan terakhir S2 Magister Manajemen di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh pada Tahun 2004.

Piagam Penghargaan

  • Piagam Penghargaan dari Ketua DPD-I dan Ketua Wantim Golkar DI Aceh (1987)
  • Piagam Penghargaan dari Ketua Umum dan Sekjen DPP Golkar (1987)
  • Piagam Penghargaan Panhut XXIII Fakultas Pertanian Unsyiah (1987)
  • Piagam Penghargaan Lokakarya Pembangunan Zona Pertanian Di Aceh (1988)
  • Piagam Penghargaan Muzakarah Pengembangan Pantai Barat Selatan DI Aceh (1988)
  • Piagam Penghargaan Penas VII Pertasi Kencana dari Menteri Pertanian, Menteri Koperasi dan Kepala BKKBN (1988)
  • Piagam Penghargaan Penas VIII Pertasi Kencana dari Menteri Pertanian, Menteri Koperasi dan Kepala BKKBN (1991)
  • Piagam Penghargaan Tokoh Formal dan Informal Zona Pertanian dari Kepala BKKN DI Aceh (1992)
  • Piagam Penghargaan Diklatpim TK II dari Kapus Diklat Spimnas Bidang Kepemimpinan LAN (2002)
  • Piagam Penghargaan Uji Landasan Bendara Rembele dari Bupati Aceh Tengah (2003)
  • Piagam Penghargaan Tokoh Pemerintahan Terbaik tahun 2004 dari Surat Kabar Ekspose Independent
  • Piagam Penghargaan dari Pengurus Pusat Badan Komunikasi dan Pengembangan Taman Kanak-kanak Al-Qur'an (LPPTKA) Nasional (2005)
  • Piagam Penghargaan dari Dewan Pengurus Wilayah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Mesjid Indonesia (PKPRMI) Provinsi NAD (2005)
  • Piagam Penghargaan Workshop Best Practices Reformasi Birokrasi dalam rangka Percepatan Pembangunan Daerah dari Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (2007)
  • Piagam Penghargaan BPK RI Atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2007 dengan Opini ”Wajar Tanpa Pengecualian"
  • Penghargaan Satya Lancana Karya Satya XX Tahun dari Presiden Republik Indonesia (2008)
  • Piagam Penghargaan BPK RI Atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2008 dengan Opini ”Wajar Tanpa Pengecualian”
  • Pemenang Lomba Perpustakaan Umum Terbaik Se – Aceh Tahun 2009
  • Pemberian Penganugrahan Penghargaan Citra Bhakti Abdi Negara dari Presiden Republik Indonesia (2010)
  • Piagam Penghargaan BPK RI Atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2009 dengan Opini ”Wajar Tanpa Pengecualian”
  • Piagam Penghargaan dari Gubernur Aceh atas Penetapan Pelaku Olahraga Berprestasi Tingkat Provinsi Aceh dalam Rangka Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) Ke – XXVII 2011
  • Piagam Penghargaan dari Gubernur Aceh sebagai Kabupaten Terbaik di Aceh dalam Penyelenggaraan Pelayanan Publik (2011)
  • Piagam Penghargaan BPK RI Atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2012 dengan Opini ”Wajar Tanpa Pengecualian”
  • Piagam Penghargaan dari Menteri Pertanian Republik Indonesia tentang Peran Aktifnya dalam Peningkatan Pembangunan di Bidang Pertanian (2014), dan
  • Penganugrahan Tanda Penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) oleh Presiden RI (2014)
  • Piagam Penghargaan BPK RI Atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2014 dengan Opini ”Wajar Tanpa Pengecualian"
  • Piagam Penghargaan BPK RI Atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2015 dengan Opini ”Wajar Tanpa Pengecualian”


Biodata Ir. H. Nasaruddin MM

Bupati Aceh Tengah, Mulai menjabat: 2007

Informasi pribadi

  • Lahir: 17 Juli 1957 Kab.Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Indonesia
  • Kebangsaan: Indonesia
  • Istri: Nirwani (lahir 1963, menikah 1982, meninggal 2006), Apini (lahir 1988, menikah 2006)
  • Relasi: Ibrahim (ayah), Hj. Siti Raya (ibu)
  • Anak: Dengan Nirwani (Rahmayana (l. 1985), Ipak Nistriana (l. 1986) ; 
  • Dengan Apini (Addini Nashila (l. 2007), Ilham Ramadhan (l. 2009).
  • Agama: Islam


ABDULLAH PUTEH CALON GUBERNUR ACEH NO URUT 3

BIODATA CALON GUBERNUR ACEH NO URUT 3

Abdullah Puteh adalah putra bungsu dari  alm. Tengku Haji Imam Puteh yang merupakan mantan anggota DPR-RI dan anggota pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Lahir di Aceh Timur  4 Juli 1948 Abdullah Puteh memperoleh gelar sarjana dari Akademi Teknik Pekerjaan Umum (ATPUT) Bandung pada tahun 1974, kemudian beliau melanjutkan pendidikan di ITB Bandung.

Abdullah Puteh (serambinews.com)
Abdullah Puteh sempat menjabat sebagai Ketua Umum DPP KNPI, Ketua Umum Apjati, Sekjen DPP Partai Golkar, anggota DPR-RI mewakili Partai Golongan Karya pada tahun 1979. Pada Pemilu 1982 ia kembali terpilih untuk duduk di DPR. Abdullah Puteh sempat menjadi Wakil Ketua Komisi V dan juga Wakil Sekretaris Fraksi Golongan Karya. Setelah turun dari kursi anggota DPR RI, ia sempat menjadi pengusaha hingga pada tahun 2000, ia terpilih menjadi Gubernur Aceh dengan memperoleh 33 suara dari 54 anggota DPRD Aceh.

Ketika menjabat sebagai Gubernur Aceh priode 2000–2004 Abdullah Puteh pada tanggal 7 Desember 2004 dijebloskan ke rutan Salemba, Jakarta karena dituduh melakukan korupsi dalam pembelian 2 buah helikopter PLC Rostov jenis MI-2 senilai Rp 12,5 miliar hingga pada 11 April 2005, dia divonis hukuman penjara 10 tahun oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Saat vonis hakim dibacakan, Puteh berada di rumah sakit karena baru selesai dioperasi prostatnya. Segera setelah putusan tersebut dikeluarkan, Departemen Dalam Negeri memberhentikan Puteh sebagai Gubernur. Sebelumnya ia hanya dinonaktifkan. Pada tanggal 18 November 2009, Abdullah Puteh secara resmi bebas bersyarat dari Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Dan kini Abdullah Puteh kembali mencalonkan diri sebagai Gubernur Aceh priode 2017 dengan mengandeng Sayed Mustafa sebagai wakilnya.

SUMBER ACEH.MY.ID

PROFIL CALON GUBERNUR ACEH NO URUT 2 "APA KARYA"

Inilah Profil Zakaria Saman Atau Apa Karya

ZAKARIA SAMAN

''Tgk. Zakaria Saman''' lahir di Keumala, Pidie, Aceh 1 Januari 1946 adalah tokoh pejuang GAM. Dia pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan Gerakan Aceh Merdeka. Dia adalah tokoh yang paling ditakuti oleh pemerintah RI dengan manuvernya diluar negeri untuk penyedia senjata pada Pasukan GAM di Aceh dan seluruh indonesia sehingga dia dijadikan DPO dengan harga kepala nya 12 milyar oleh kapolri Dai Bachtiar. Dia pengendali militer dalam Pemerintah Aceh masa Pemberontakan RI -GAM.



BIOGRAFI

-Zakaria Saman-

Dilahirkan di Keumala Dalam, Kabupaten Pidie, 1 Januari 1946, Zakaria Saman menghabiskan sebagian hidupnya diluar negeri. Ketika dikejar-kejar aparat keaamanan indonesia Zakaria Saman Melariakan diri ke Swedia bersama Zaini Abdullah. “Saya pertama kaluar negeri pada maret 1978, “ kata Zakaria Saman kepada serambi, Rabu (21/3) Malam.

Melalui Malaysia, Zakaria Saman bersembunyi di Swedia Hingga menjadi warga negara tersebut. Hasan Tiro kemudian menunjuknya menjadi mentri pertahanan GAM. Namanya kala itu kerap disebut-sebut aparat keamanan dan termasuk tokoh GAM paling dicari TNI, pada masa itu kepalanya pernah dihargai Rp. 12 Milyar bagi siapa saja yang menemukannyam, karena dituduk terlibat memasok senjata api ke Aceh. Dia mengaku masuk anggota “Grup 42”, yakni kombatan GAM yang mendapat palatihan militer pertama sekali di Swedia, tahun 1985.

Pada tahun 2000-an, nama Zakaria Saman sempat menghiasi media internasional. Dia sebut-sebut ikut memasok senjata dari Thailan ke Aceh. “Saya yang membawa pulang senjata pertama sekali ke Aceh memalui Peureulak Aceh Timur”, kata Zakaria Saman yang akrap disapa APA KARYA. Zakaria Saman mengaku kerap keluar masuk Thailan, karena negeri Gajah Putih ini dekat dengan Aceh. “ini memudahkan saya untuk keluar masuk Aceh,” kata dia membuka rahasia.

Untuk diketahui, setelah panglima GAM Tgk. Abdullah Syafi’i Syahid, maka dalam mengisi kekosongan, tidak lama kemudian Zakaria Saman menunjuk Muzakir Manaf untuk mengantikan panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) saat itu. Dalam meneruskan perjuangan setelah penanda tanganan MoU Helshinki, Zakaria Saman menunjuk Malik Mahmud untuk menduduki posisi Wali Nanggroe, pada pilkada tahun 2012 juga Zakaria Saman menunjukan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf untuk maju dalam pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Aceh periode 2012-2017. Namun Zakaria Saman mengaku kecewa atas kepemimpinan mereka yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat Aceh, sehingga Zakaria Saman meninggalkan Partai Aceh untuk berjuang bersama Rakya.

Zakaria Sama mengaku terakhir masuk ke Aceh pada 2003. Kala itu pertemuan “kesepakatan untuk menghentikan permusuhan” antara pemerintah RI dan GAM di Tokyo yang gagal mencapai kesepakatan. Kegagalan yang pasilitasi The Henry Dunant Center (HDC) dan negara-negara donor (Amerika Seriakat, Jepang, Uni Eropa, dan Bank Dunia) itu akhirnya berubah darurat militer di Aceh. “Saya berada dihutan Aceh pada darurat militer diberlakukan untuk mempertahankan dan mengatur strategi misi perjuangan dan tanaggung jawab saya selaku mentri pertahanan GAM untuk seluruh pasukan GAM baik yang berada diluar negeri maupun yang sedang bergeriliya. Sebelum kesepakatan damai terwujud dan MoU ditandatangani di Helsinki, Peter Fiet, Jenderal Jakko Osanen dan Juha Kristensen terlebi dahulu menemui saya digunung Aceh yang tepatnya dikrueng Mileuk Tangse, Pidie Untuk meminta persetujuan dalam rangka mewujudkan perdamaian di Aceh. Saat gempa dan tsunami saya berada digunung, “kata Zakaria Saman.

Di Partai Aceh, perannya juga tergolong besar. Bersama dengan Zaini Abdullah dan Malik Mahmud, Zakaria Saman menduduki Tuha Peuet, yang punya wewenang memutih hitamkan partai. (serambi Indonesia, Tanggal 22 maret 2012)

Kini, nama Zakaria Saman kembali muncul dalam pesta Demokrasi Aceh karena mencalonkan diri sebagai Gubernur Aceh periode 2017-2022. Sebagai orang yang pernah mempertahankan kedaulatan Aceh melalui mentri pertahanan GAM dari pemerintrahan RI saat ini dan marasa prihati dengan kondisi Aceh saat ini. Sehingga orang kepercayaan wali Nanggroe Tgk. Hasan Tiro dan pendiri Partai Aceh ( PA) ini bertkat memperjuangkan, anak-anak yatim dan fakir miskin, janda-janda korban konflik dan non korflik yang terbaikan selama ini, apabila pasangan Zakaria Saman dan Ir .H .T. Alaidinsyah, M.Eng dengan No Urut 2 (dua) terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2017-2022, insya Allah.

“Saya hamba rakyat Aceh, bukan BOS rakyat Aceh, Saya Berbuat untuk Rakyat Aceh”

-Zakaria Saman (APA KARYA)-



sumber : tribunbarat

Drs Tgk. Ridwan Qari- Sutrisno maju di Jalur Independent


Biodata Calon Bupati Bener Meriah  Drs. H. Ridwan Qari  

Biodata

  • Nama dan Gelar:Drs. H. Ridwan Qari
  • Lahir di:Bener Leukup
  • Pada Tanggal:18 Oktober 1967
  • Jenis Kelamin:Laki-laki
  • Agama:Islam
  • Perkawinan:Kawin

Riwayat Pendidikan

1. Pendidikan Umum
No.TingkatNama SekolahFakultasJurusanThn LulusTempat
1 .MINMIN Janarata1980Bener Meriah
2 .MTsNMTsN Janarata1983Bener Meriah
3 .MANMAN Takengon1986Takengon
4 .S1IAIN Ar-RanirySyari'ahHukum dan Mazhab1993Banda Aceh
2. Pendidikan Lanjutan
No.Nama SekolahPendidikanThn LulusTempat
5 .IAIN Ar-Raniry Studi Purna Ulama1994Banda Aceh
6 .Univ Al-Azhar Kairo MesirMa'had Dirasat Kautsar Al-Azhar1996Kairo Mesir

Riwayat Pekerjaan

3. Riwayat Kepangkatan
No.Jenis SKPangkatGol/RuangNo. SKTMT SKGaji Pokok
1 .SK CPNSPenata MudaIII/aWA/I-b/Kp.00.3/069/199801/03/1998193,440
2 .SK PNSPenata MudaIII/aWA/I-b/Kp.00.3/188/199901/04/1999241,800
3 .SK KPPenata Muda Tk.IIII/bWA/I-b/Kp.07.1/1700/200201/04/2002828,200
4.SK KPPenataIII/cKW.01.1/2/Kp.07.1/211/200601/04/20061,236,300
5.SK KPPenata Tk. IIII/dB.II/3/551301/04/20102,283,400
6.SK KPPembinaIV/aB,II/3/1344401/10/20122,993,200

ARMADA SALEH DAN KARMIJAN

BIODATA CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI BENER MERIAH NO URUT 4

Hasil gambar untuk foto calon bupati bener meriah 2017

 BIODATA

Nama                            :    ARMADA SALEH
Tempat, Tgl Lahir           :    Takengon, 8 November 1949
Jenis Kelamin                :    Laki-Laki
Agama                          :    Islam
Kebangsaan                  :    Indonesia

 KURSUS YANG PERNAH DIIKUTI

A.     Kursus Pejabat Inti Proyek Program Peningkatan jalan Direktorat jendral Binamarga Departemen Pekerjaan Umum di Jakarta pada tahun 1978.
B.     Kursus Orientasi Tekhnik Jalan bagi Pejabat Daerah dan Pimpro/Pimbagpro di Lingkungan Binamarga. Departemen Pekerjaan Umum di Jakarta pada tahun 1984.
C.     Sertifikasi “Chief Supervision Engineer” oleh Departemen Pekerjaan Umum di jakarta pada tahun 1989.
D.     Komando Resimen Mahawarman Batalyon VI di Bandung pada tahun1972.
E.     Workshop Pemantapan Pemahaman Sistem Pengendalian Internal di Lingkungan Satker BRR kantor perwakilan wilayah II dan III di Lhokseumawe pada tahun 2007.
F.     Kursus Pejabat Inti BRR di Banda Aceh pada tahun 2007.

 PENGUASAAN BAHASA


Bahasa
Lisan
Membaca
Menulis
Indonesia
Inggris
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Cukup

 ORGANISASI PARTAI/LSM YANG PERNAH DIIKUTI

A.     Pelajar Islam Indonesia (PII) di Lhokseumawe pada tahun 1963 – 1969. Ketua Cabang Kabupaten Aceh Utara
B.     Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Bandung pada tahun 1970 – 1976.
C.     Gerakan Perjuangan Penegakan Syariat Islam di Wilayah Linge, membawahi Kab. Bener Meriah, Kab. Aceh Tengah, Kab. Gayo Luwes, Kab. Aceh Tenggara dan Tanah Karo tahun 1998 - 2005.
D.     Partai Aceh (PA) sebagai Penasehat Partai, wilayah Linge pada tahun 2005 –  sekarang.
E.     Gerakan Anti Korupsi Pro SBY di Banda Aceh pada tahun 2010 sampai dengan 2012.

PENGALAMAN KERJA

A.     Instansi                   : Badan Rehabilitas dan Rekontruksi NAD – NIAS  (BRR).
       Jabatan                  :     Kepala Regional Kutacane.
Meliputi Wilayah Kabupaten Aceh Tenggara, Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Gayo Lues pada tahun 2006 - 2007.
                   Kepala Distrik BRR Kutacane pada tahun 2007 – 2008.
               Kepala BRR Regional III meliputi Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Gayo Lues, Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Aceh Timur, Kodya Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang. Tahun 2008 – 2009.

B.    Instansi                   :  PT. Buana Archicon Egineering  Consultan Tahun 1984 – 2003.
       Jabatan                  :  aResiden Engineer Proyek Penggantian Jembatan Propinsi Sumatera Selatan   dan Propinsi Jambi. Januari tahun 1984 s/d Mei tahun 1985.
b. Supervision Engineer pada Proyek Peningkatan Jalan Ngimbang – Jombang – Kandangan Propinsi Jawa Timur. Agustus 1985 s/d Juni 1987.
c. Staff Ahli pada RBO dinas Pekerjaan Umum Propinsi Jawa Timur di Surabaya pada Juni 1987 – Agustus 1987.
d. Highway Design and Construction Specialis pada Proyek ADB 8 di Bali dan Nusa Tenggara Barat. Agustus 1987 – Juni 1988.
e. “Supervision Engineer” Proyek Peningkatan Jalan Lombok Timur – Lombok Barat. Juli 1988 – September 1989.
f.   “Contruction Manager” pada Proyek RUNWAY EXTENSION Pelabuhan Udara Malikussaleh, Lhokseumawe Kabupaten Aceh Utara. November 1989 – Januari 1991.
g.  Field Team Leader” pada Proyek Medan Urban Development Project (MUDP – II) di kota Medan yang dibiayai oleh ADB. Januari 1991 – Januari 1997.
h.  Supervision Engineer pada Proyek Jalan Toll Jakarta Ring Road Sector Rambutan – Cikunir. Maret 1997 – Maret 1998.
i.    Chief Supervision Engineer” pada Proyek Penggantian Jembatan Propinsi Aceh. Mei 1998 – April 2000.
j.    “Supervision Engineer” pada Proyek Pembangunan Jalan dan Jembatan Lingkar Simeulue Propinsi Aceh. April 2000 – April 2001.
C. Tahun 1975
       Instasi                     : Dinas Pekerjaan Umum Propinsi Aceh.
       Jabatan                  :  Staf Perencanaan Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum Propinsi  Daerah Istimewa Aceh di Banda Aceh.
D  Tahun 1975 – Tahun 1978Kepala Seksi Perencanaan Dana Daerah pada Dinas Binamarga PU Propinsi Daerah Istimewa Aceh di Banda Aceh.
E. Kepala Dinas PU cabang 06 Calang Dinas PU Propinsi  Daerah  Istimewa Aceh. Tahun
    1978– Tahun 1979.
F. Kepala Unit Proyek Peningkatan Jalan Meulaboh – Tapaktuan, Unit Blang Pidie – Tapaktuan.
    Tahun 1979 – Tahun 1982.
G. Pegawai Swasta pada PT Cipta Strada di Jakarta.
       Jabatan                  :  “Chief Inspector” pada Proyek Pembangunan Komplek BWI dan Pergudangan     DOLOG Cakung di Jakarta. Tahun 1974 -  Tahun 1975.
G.   Bahagian Perencanaan pada proyek : Jalan Tol Jagorawi ( Jakarta Bogor Ciawi) Tol pertama  di Indonesia pada tahun 1973 s/d 1974. Berkantor di Gedung Sate Bandung.



IR. KARMIJAN ISLAMI RM. GAYO
BIODATA
Nama                                :  IR. KARMIJAN ISLAMI RM. GAYO
Tempat, Tgl Lahir              :  Sukajadi,Kec. Wih Pesam, Bener Meriah, 29 Oktober 1969
Jenis Kelamin                    :   Laki-Laki
Agama                              :   Islam
Kebangsaan                      :   Indonesia
Alamat                              :   Pante Raya Pasar, Depan Masjid Besar Pante Raya


PENDIDIKAN FORMAL
-        MIN (Madrasyah Ibtida’iyah Negeri ) Ratawali tahun 1978-1983
-        MTsS ( Madrasyah Tsanawiyah Swasta ) Ratawali tahun 1983-1985
-        MAN (Madrasyah Aliyah Negeri ) Takengon tahun 1985-1987
-        IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Medan tahun1987
-        ISTP (Institut Sains & Teknologi Pardede tahun 1988-1991
-        Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Aceh Tengah (STIHMAT) 1999
KURSUS PEJABAT YANG PERNAH DIIKUTI
A.          Workshop Pemantapan Pemahaman Sistem Pengendalian Internal di Lingkungan Satker BRR kantor perwakilan wilayah III di Lhokseumawe pada tahun 2008.
B.          Pelatihan  Pejabat Inti BRR di Pusat Pendidikan & Latihan Departeman Pekerjaan Umum Medan,  pada tahun 2008.


PENGUASAAN BAHASA
Bahasa
Lisan
Membaca
Menulis
Indonesia
Inggris
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik


ORGANISASI PARTAI/LSM YANG PERNAH DIIKUTI
A.      Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Medan pada tahun 1990 – 1993.
B.   Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Aceh Tengah tahun 1999-2002
C.   Sekretaris KADIN Aceh Tengah tahun 1998-2002
D.   Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia tahun 1998 Aceh Tengah
E.      Gerakan Perjuangan Penegakan Syariat Islam di Wilayah Linge, tahun 1998 - 2005.
F.       Partai Aceh (PA), Sekjen Partai Aceh, Kabupaten Bener Meriah 2009-
G.   Wakil Ketua Partai Demokrat Kota Madya Medan
H.   Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara (LPPNRI) tahun 2012
I.    Sekjen Laskar Komando TRi Sakti (LKTR-JOKOWI JK) Propinsi Sumatera Utara tahun 2013

PENGALAMAN KERJA

- Design Grafis Computer Apple Macintos pada Penerbit/Percetakan APUL Medan tahun 1989
- Direktur Utama Pusat Pendidikan NECC (Newest English/Computer Course) Medan thn 1990-1992
- Direktur Utama Pusat Pendidikan & Latihan Terpadu    : ARDIN KOMPUTER Medan thn 1992-1994
- Direktur Utama Pusat Pendidikan Komputer                 : ARVIS COMPUTER COLLEGE Medan,
  Takengon thn 1994-2005
- Direktur Utama Pusat Pendidikan Bahasa Inggris : ARVIS ENGLISH COURSE
Staff Administrasi pada Badan Rehabilitas dan Rekontruksi NAD – NIAS  (BRR) Regional III thn 2006
- Staf Pelaporan untuk 6 Kabupaten BRR Regional III 2007-2008
- Kepala Distrik BRR Aceh Tengah & Bener Meriah, BRR Regional III tahun 2008-2009

PENGHARGAAN
-Bpk Bupati Aceh Tengah : Buchari Isaq, terpilih sebagai Pengelola Pendidikan Komputer terbaik di ACEH TENGAH, ARVIS COMPUTER COLLEGE tahun 1998.

-Peserta Group Outbond pejabat-pejabat BRR terbaik seluruh BRR NAD-Nias tahun 2008 di SPN Seulawah, Aceh Besar
-IBEX : INDONESIAN BEST EXECUTIVE AWARD TAHUN 2011, terpilih sebagai 23 orang PENGUSAHA MUDA TERBAIK seluruh Indonesia tahun 2011.